2011 – 2013, kerja konsultan/kontraktor entah dimana yang penting masih berhubungan dengan teknik sipil. Gaji Fresh graduate ga muluk2 yang gw ingin, karena niat gw adalah belajar, gw ingin rentang 3 juta- 3,5 juta. Target waktu adalah satu tahun gw bisa ngumpulin 24 juta. Dengan dana itu gw ada pikiran buka usaha cuci motor kecil-kecilan dekat rumah sekalian warkop kecil-kecilan, jadi selama pelanggan menunggu bisa ngemil2 atau ngopi2.

2011-20.., banyak kemungkinan, tapi gw tetap akan mengejar BUMN konstruksi atau PNS seperti kementrian PU demi masa depan yang terjamin karena gw sendiri menyadari walaupun orang tua gw ga tajir2 amat tapi karena PNS, sekeluarga dapat ASKES….ini gw sadari penting banget. Setelah gw diberi wejangan oleh pakde gw yang mantan kepala dirjen bina marga (dirjen PU bidang jalan), sepertinya membina karir adalah sangat penting. Pakde gw ingin salah satu keluarganya meneruskan jejak beliau yang berkarir di PU sejak masih muda. Namun banyak yang harus dipikirkan, pegawai pemerintah rentan terhadap uang haram. Gw mungkin sekarang bisa ngomong gitu, namun kenyataan disana nantinya mungkin akan bias…..ini dilematis. Makanya sebisa mungkin gw punya usaha sampingan. Mungkin nantinya menjadi developer adalah sesuatu yang patut dilirik

2013-2015, ini sepertinya akan gw gunakan untuk lanjut S2, entah di UI lagi atau jika ada kesempatan di LN, tapi prioritas di LN meski gw ga pintar2 banget. Semua harus dicoba. Dengan mengantongi S2, gw bisa berkarir dengan cepat terutama jika gw masuk PU (…amin)

2014-2016, waktunya gw cari pendamping hidup, gw ga mau nikah lewat umur 27 tahun, dan gw sama bokap sama2 suka anak2 kecil makanya di tahun2 ini adalah prioritas membangun keluarga…dan tetap gw harus tinggal di Depok karena gw udah terlanjur cinta sama kota ini.

Terus terang gw ga muluk2 untuk jadi orang kaya atau apa, tapi hidup dengan senang bersama keluarga adalah hal utama karena gw dibesarkan di keluarga yang sederhana namun penuh kebersamaan. Toh uang yang kita hasilkan nantinya juga buat anak2 kita juga dan hidup memang seperti siklus, namun siklusnya seperti spiral yang tak tahu dimana ujungnya

Mungkin gini….selagi anak kita mau sekolah, kita ada biaya. Selagi ada keluarga yang sakit, kita punya cukup biaya. dan banyak contohnya. Hidup ini sebentar, kalo kita terus memikirkan dunia kapan kita bisa menikmati dunia itu sendiri dan memikirkan akhirat untuk tujuan utamanya….jadi buatlah semua simpel saja yang penting kita bahagia