Definisi Preman

Preman (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, atau dari kata bahasa Inggris freeman = manusia bebas) yang artinya adalah sebutan untuk sekelompok orang atau individu yang mendapatkan penghasilannya dari pemerasan terhadap orang lain.

Jika kita lihat di sekitar kita, preman banyak ditemui di daerah terminal, stasiun, pasar, dll. Preman biasanya banyak ditemui di daerah yang banyak keramaian untuk meraup penghasilan yang lebih banyak dengan memeras orang lemah yang tidak punya kekuatan di daerah tersebut. Jika dilihat dari penampilan luar, preman itu terlihat dekil, berpakaian apa adanya, rambut gondrong lepek dan identik dengan rokok di sela-sela jari mereka. Jadi reaksi orang biasanya takut pada awalnya padahal masalah mental atau fisik korban yang kena peras mungkin lebih besar tapi apa daya, lingkungan tempat korban kena peras sudah dijaga oleh teman-teman preman yang lain.

Preman di Kampus

karena status penulis masih mahasiswa, jadi saya mau menjelaskan tentang kehidupan para “preman” di kampus. Perbedaan antara preman di keramaian dengan preman di kampus adalah masalah makna yang sesungguhnya. Jika preman biasanya lekat dengan arti pemeras, maka jika di kampus benar-benar sesuai arti penarikan bahasa serapan yang berarti “manusia bebas”.

Preman di kampus banyak macamnya. Saya mecoba meng”opini”kan jenis-jenis preman yang biasa beredar di kampus terutama di kampus saya fakultas teknik.

Rambut gondrong

Saya pernah berambut gondrong di bawah pundak, dan apakah rasanya? yang pasti asik. Anda jadi pusat perhatian jika berjalan di kantin kampus atau dimanan pun di lingkungan kampus. Rambut panjang merupakan salah satu ciri khas “manusia bebas” karena identik dengan tidak mengurus diri, padahal untuk menjaga rambut diperlukan keramas setiap hari. Karakter mahasiswa berambut gondrong juga banyak macamnya, ada yang benar-benar seperti sok jagoan, biasa-biasa saja, atau malah pendiam. biasanya inspirasi ingin berambut gondrong datang dari pengaruh musik, senior-senior dan ingin keluar dari tekanan dominasi guru-guru SMA, dan mungkin ada pengaruh lain yang tidak bisa saya sebutkan. yang pasti mahasiswa berambut gondrong identik dengan preman kampus karena mereka adalah freeman yang hidup bebas dan tidak tahu bedanya antara malam dan siang, dan juga berasal dari keluarga yang santai. Cuma jangan menilai mahasiswa semacam ini adalah mahasiswa yang tidak punya masa depan, nakal, dan kuliahnya berantakan. Sekali lagi sifat dan tujuan masing-masing individu itu berbeda-beda. Rambut gondrong adalah salah satu cara mengekspresikan gaya mereka.

hahaha gw pake poni

Mahasiswa Penguasa Kantin di Malam Hari

Sekali lagi saya tekankan preman di kampus adalah freeman yang hidup bebas dan tidak tahu bedanya antara malam dan siang. Mahasiswa yang aktif di kampus setelah adzan maghrib sampai batasan malam yang tidak ditentukan adalah freeman. Kehidupan malam hari dikampus bagi mahasiswa sebenarnya adalah neraka yang mereka anggap sebagai surga, maksudnya adalah mereka pada malam hari senang-senang bersama teman-temannya di kampus entah tujuannya apa tetapi pada esok hari mereka menghadapi perkuliahan ataupun bisa saja ujian atau quiz. Tapi tetap senang-senang urusan pertama sedangkan kuliah bisa saja dimanipulasi keberadaannya. Bermacam-macam tujuan para mahasiswa enjoy di kampus pada malam hari, seperti untuk mencari internet gratis, bermain games di laptop bersama teman-temannya, bermain musik untuk melepaskan kegalauan selama kuliah, bermain kartu sampai tidak tahu waktu, atau malah pesta minum-minuman keras. Semua itu kembali lagi tergantung sifat dan tujuan mereka masing-masing dan juga ada paksaan dari teman-teman disekitarnya.

sahur di kantek bersama anak-anak sipil

Bernyanyi sambil bermain gitar bersama teman-teman

Seseorang atau suatu kumpulan dapat terlihat bagi orang seperti “ini orang hidupnya tidak berguna karena nyanyi-nyanyi tidak jelas”. Namun bagi orang yang melakukan kegiatan ini, ini seperti pemersatu keakraban antar golongan di satu kumpulan antar sesama mahasiswa, bisa juga melepas kepenatan dari kehidupan yang statis. Bersama-sama melantunkan tembang-tembang lawas yang terkenal semasa SD dan SMP, dinyanyikan bersama teman-teman yang suaranya ga masuk di nada tapi tetap Percaya Diri. Sekali lagi jangan mengidentikkan orang-orang semacam mereka seperti orang yang lepas kendali, karena setiap individu punya tujuan dan latar belakan kehidupan yang berbeda. Bernyanyi adalah sarana mengakrabkan diri untuk menyatukan perbedaan dengan kebebasan.

contoh kenang-kenangan dari saya dan teman-teman sewaktu begadang di kantek

Sebenarnya masih banyak ciri khas lain yang mendefinisikan anda atau kita sebagai freeman, cuma di waktu lain akan saya tambahkan analisa saya ini. Yang pasti anda tidak perlu berpenampilan selayaknya preman tetapi bangun jiwa muda anda seperti freeman. Tetapi semua kebebasan yang dijalani ada pertanggungjawabannya, maka gunakan kebebasan itu dengan benar!