Sebenarnya ini adalah yang kedua kali liburan ke tempat yang sama di villa yang sama, cuma gw yakin ini bakal beda.

Saya ceritakan dari awal saja…mulai semester 7 kemarin saya dan teman2 sudah merencanakan bakar-bakaran di puncak untuk santai, cuma kali ini harusnya lebih jauh dan harus 2 malam. Setelah semester berakhir, ternyata tidak semudah itu yang dibayangkan. Teman-teman banyak yang seibuk dengan kegiatan masing-masing seperti sidang seminar dan juga ada yang nge-lab buat bahan skripsi mereka.

Kenapa di teknik sipil UI jarang ada yang mau berkorban demi kesenangan yang sifatnya asik dan bersama-sama? akhirnya untuk kalian saya dan dicky yang kebetulan satu SMP dan bertemu di jurusan yang sama dan di peminatan yang sama “transportasi” merencanakan liburan ini. Ini yang kedua kalinya, Cilember yang pertama (liburan semester kemarin) juga Saya dan dicky yang mengadakan.

Awalnya Bayu menawarkan di tempat Pak’de nya di Cugenang. Saya ga tau tempatnya dimana, kata bayu di daerah setelah Cipanas, gw OK. Terus gw liat ga ada keseriusan tentang tempat ini, setelah chat di YM akhirnya terencana sudah di tempat ini dengan membayar 60rb setiap kepala. Gw ajak bayu survey, namun terbentur masalah revisi seminarnya. Ternyata setelah konfirmasi di kantek pak’de nya mematok harga 100rb setiap kepala. Wah!! untung gw sebelumnya ada rencana sepihak sama dicky buat mindahin acara ke tempat lama, dan juga udah itung-itungan duit/kepala.

Akhirnya gw ngomong di kantek sama bayu “bay klo 100rb bakalan anak2 berat, tempat gw pindah ke tempat kemarin cuma bayar 60rb/kepala. Acara 2 malam. Kemaren anak2 bayar 50rb/kepala buat 1 malam”. untuk mencapai target itu saya sama  dicky sudah itung-itungan yang ikut harus 30 orang. Setelah beberapa orang setuju acara di tempat yang lama langsung ditetapkan. Besoknya saya langsung nego ke TKP.

Untuk Villa, karena belum ada duit buat DP. Saya dan Dicky berangkat nego ke TKP. Disana kami negosiasi dengan penjaga villa mang UU. Seperti biasa orang sunda memang ramah, cuma tetap gw saya dan dicky yang memang setipe yaitu tipe penekan mental, akhirnya kena juga villa 550rb/malam, jadi 2 malam 1,1 juta. Semester kemarin kita bayar 600rb/malam (lumayan turun 50rb).

Undangan gw sebar via Facebook, tanggapan anak2 asik. Saya ga ngajak wanita karena villa yang kami bakal sewa adalah villa kecil. Setelah gencar publikasi didapat 33 orang yang ikut dan membayar. Alhamdulillah, lalu malam-malamnya saya dan dicky membeli ayam bakar dan menyiapkan peralatan bakar-bakaran.

Hari H

Seperti biasa saya ga bisa tidur, akhirnya saya pantek mata saya setelah sholat subuh berjamaah di musholla dekat rumah sampai jam 8 pagi. Dan ternyata hujan. padahal kita akan naik motor ke sana, hanya 2 rombongan yang bawa mobil cuma itu memang untuk nge-drop barang-barang dan makanan. lalu jam 11 saya ke kantek ujan-ujanan karena saya sudah siap menerjang hujan sambil membawa apa yang sudah dibeli malam sebelumnya. Setelah menunggu hujan selama sekitar 2 jam di kantek, akhirnya reda. kita caw dengan 9 motor, 2 motor lainnya menyusul. dan sisanya naik mobil. Ada 3 mobil satu langsung dari bekasi, satu dari kantek, satunya lagi datang besok.

Karena saya dan dicky adalah ketua rombongan yang naik motor, maka yang kita pikirkan bukan yang naik mobil tapi yang naik motor. Saya berada paling depan sebagai leader, sedangkan dicky paling belakang sebagai sweeper yang berfungsi mencegah anak2 yang nyasar atau ketinggalan. Alhamdulillah jalan lancar dan terang padahal sebelumya hujan dan memang langit bogor terlihat sangat gelap. hujan deras mulai turun ke kami di sekitar Ciawi, cuma memang kami sudah didesain untuk melawan gertakan tuhan berupa hujan ini.

Berat juga bagi saya membawa rombongan 9 motor, sebagian anak2 sudah pada tau villa dekat cilember itu. Akhirnya meskipun terpencar, kita semua sampai juga di villa. Alhamdulillah

Setelah sampai gw buat mie instan yang gw beli di jalan, ternyata anak2 juga pada lapar dan akhirnya mereka pun juga membuat mie. Akhirnya mobil 1 yang isinya pudia dkk datang dengan membawa gitar dan kecrekan, seperti biasa gw, pudia, dicky yang emang biasa melantunkan tembang2 sahik langsung siaga untuk bernyanyi santai. Lalu mobil ke 2 yang dibawa oleh Ipan dkk datang, lengkap sudah berjumlah 32 orang tinggal aji yang datang esok hari.

Santai2 tapi kami yang beragama muslim tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu. Waktu berjalan semakin malam karena gw sudah mulai mengantuk karena tidak tidur seharian, akhirnya gw tepar juga di kasur. Anak2 lain bakar ayam, lalu jam 10an gw dibangunkan oleh dicky disuruh makan ayam bakar, ternyata tinggal sisa paha yang ada matanya. Gw makan aj, “gapapa lah gw sengsara yang penting teman2 gw pada senang itu udah membuat gw puas”.

Malam semakin larut, satu persatu anak2 mulai tepar di kasur kamar maupun di kasur ruang tengah yang gw sewa seharga 30rb. namun beberapa anak yang memang teman dekat gw bayu, pudia, dicky, dll bakalan waktu malam buat bergosip sampai subuh. Setelah sholat subuh baru yang melek malam gantian tidur (kami tidur semacam shift-shiftan)