Form Cerita Perjalanan

Hari/tanggal : selasa – senin / 27 januari 2008 – 02 februari 2008

Nama Kegiatan : Musim Pengembaraan Caving 2009

Nama Tempat : Danurejo, Purworejo

Nama Ka.Rom : Afiat Dirgantara (NR 1064)
Nama Peserta : Jennifer (K-271-08)
Dwi Yulianti (NR 10)
M. Al Fatih (NR 1050)
Wahyu Ahmadi (NR 1058)

Berangkat pkl : 18.30

Rute Perjalanan : sekretariat KAPA FTUI – halte FTUI – stasiun UI – stasiun Manggarai – stasiun lempuyangan, Yogyakarta – sekretariat MAPALISTA, Yogyakarta – Basecamp Danurejo, Purworejo

Tiba pkl : stasiun Lempuyangan – 07.30
sekretariat MAPALISTA – 08.00
Basecamp Danurejo – 19.30

Perijinan : mbah cokro

Kondisi tempat : lumayan

Catatan kegiatan : kamis/29 januari 2009 menelusur goa sibodak (goa vertikal)
jumat/30 januari 2009 aplikasi mapping di goa nguik (goa horizontal),

Catatan khusus : terlampir

Pulang dari lokasi : pukul 08.45 WIB dari Yogyakarta, minggu/01 februari 2009

Tiba di kampus : pukul 11.00 WIB, senin/02 februari 2009 (hari pertama masuk kuliah)

Biaya total : Rp. 1.478.000,-

CERITA PERJALANAN
MUSIM PENGEMBARAAN CAVING 27 JANUARI 2009 – 02 FEBRUARI 2009
DANUREJO, PURWOREJO

by Wahyu Ahmadi (NR 1058) – sipil ‘06

Fatih S’06, Jennifer Mt’06, Dwi GP’05, Madie S’06, Apit E’06

“KAPA !!!!…” teriakan pertama kita dari sekret KAPA ketika akan berangkat menuju Yogyakarta. Tim kita terdiri dari 5 orang yaitu sang ka.rom Afiat (elektro ‘06), dan anggota lainnya yaitu Madie (sipil ‘06), Jennifer (metal ‘06), Dwi (tekim ‘05), Fatih (sipil ‘06).

“KEBERANGKATAN”
Rencana keberangkatan kami pada hari selasa sore (27 februari 2009) yang seharusnya jam setengah 5 ternyata ngaret-ngaret kecil sampai jam setengah 7 malam. Setelah capek nunggu bikun akhirnya kita korbankan Rp. 20.000,- untuk menyewa 5 tukang ojek sampe stasiun UI. “benar-benar pas” setelah turun dari ojek kereta KRL langsung datang menyambut, dan akhirnya kita naik sampai stasiun manggarai. Disana kita bertemu rombongan MAPALA UI, salah satunya adalah teman satu bimbelnya fatih sewaktu SMP (sudah lama sekali). Mereka juga akan jalan namun bukan caving melainkan rock climbing di tebing siung, Yogyakarta. Pukul 07.45 kereta bengawan datang di sta.manggarai, kita naik dan terus jalan menelusur gerbong demi gerbong untuk mencari bangku kosong. Akhirnya kita sampai di gerbong terakhir dan akhirnya semua mendapat tempat duduk. Ternyata anak mapala juga sampai di gerbong terakhir, karena tempat sudah agak penuh kita carikan tempat duduk untuk mereka, dan dapat sekitar 3 bangku untuk mereka akhirnya sisanya ngemper di pintu belakang. Itu membuktikan bahwa Fakultas Teknik selangkah lebih maju khususnya KAPA FTUI….hahahaha. Di kereta kami berlima ngobrol ngalor-ngidul, kadang anak2 mapala juga ikut-ikutan nimbrung. Setelah madie dan afiat menghabiskan batang demi batang rokok sambil ngobrol dengan yang lain, akhirnya letih yang datang pun tak bisa dihindarkan. Kita terlelap satu persatu, dan kita pun bangun satu persatu, akhirnya sampai juga di stasiun lempuyangan, Yogyakarta sekitar pukul 07.00 pagi.

“TRANSIT KE MAPALISTA”
Setelah kereta sampai di jogja, kami pun rileks sementara sambil menikmati udara pagi jogja yang masih segar, kita juga sedang menunggu anak MAPALISTA yang akan menjemput kami. Di sela-sela waktu itu lah sifat narsis kami pun tak bisa dibendung, kamera dikeluarkan dan kami foto-foto dengan segala gaya….hahahaa. lalu anak MAPALISTA datang 2 orang yaitu mas gragas dan mas toke. Mas toke adalah contact person kami sewaktu kami masih perencanaan di depok sedangkan mas gragas adalah ketuanya. Lalu diluar ada lagi 2 orang yaitu mas bawor dan cenge. Mereka masing-masing membawa motor, lalu kami diantar sampai kampus ISTA (Institut sains dan teknologi AKRIND) dan menuju sekret MAPALISTA. Sesampainya disana kami disuguh teh manis dan gorengan. Kami ngobrol dengan anak-anak sana tentang apa-apa saja yang kami belum ketahui tentang goa-goa di purworejo dan tentang MAPALISTA itu sendiri. Setelah ngobrol lama, mungkin karena kami terlihat letih, akhirnya kami disuruh istirahat di loteng. Di loteng tempatnya asik, ada banyak kasur, dan ada TVnya. Kami satu persatu ke loteng dan tidur sebentar. Sewaktu turun ke bawah ternyata ada nasi bungkus, yo wes lah! Makan…
Sebenarnya perencanaan berangkat kami adalah jam setengah 1 siang, namun setelah bertanya-tanya pada angkutan disana ongkos sampai sana amatlah mahal yaitu Rp. 300.000,- akhirnya kami pun berpikir lagi, mungkin karena kasihan melihat kami, anak MAPALISTA akhirnya menawarkan diri untuk mengantar kami dengan menggunakan motor. Sebenarnya kami merasa tidak enak, namun bagaimana lagi.

“PERJALANAN BERAT KE BASECAMP”
Kita berangkat dari sekret MAPALISTA sekitar jam 5 sore dengan menggunakan motor, yang berangkat sebanyak 6 motor. Formasinya adalah sebagai berikut: madie – bandeng, Jennifer – supri, fatih – dwi, afiat – mas gragas, mba indah – mas saprol, dan mas bawor sendiri karena motornya sudah tidak kuat. Kita berangkat disambut oleh awan mendung diatas jogja dan rintik-rintik air kecil dari awan itu, namun apapun yang terjadi tetap jalan terus menuju ke utara. Setelah meninggalkan perbatasan propinsi Yogyakarta dengan jawa tengah jalan terus menerus lurus dan disamping pemandangannya sawah-sawah terasering, setelah itu jalan mulai menanjak dan samping kiri-kanan jurang. Tiba-tiba hujan pun mulai deras, tapi kami tetap melanjutkan perjalanan. Motor bandeng – madie selalu pertama Karena motornya Honda CBR dan tarikannya masih sangat enak. Karena selalu pertama dan tahu daerah sana akhirnya rombongan konvoi terbagi 2: rombongan pertama madie – bandeng, Jennifer – supri, fatih – dwi; rombongan kedua afiat – mas gragas, mas saprol – mba indah, dan mas bawor. Ternyata kedua rombongan menempuh jalan yang berbeda jadi kami terpencar. Semakin lama langit semakin gelap menunjukkan malam akan datang, terlihat di pinggir jalan sama sekali tidak ada penerangan dan rumah warga juga masih jarang. Kadang ada salah satu motor ketinggalan, terpaksa motor lainnya menunggu atau balik lagi untuk mencari. Jalan semakin menanjak tajam, hujan pun semakin deras dan semakin deras, beberapa dari kami tidak menggunakan ponco jadi kami basah kuyup. Sekelebatan kami melihat motor mas saprol – mba indah berteduh di rumah orang desa, akhirnya kami berhenti sejenak. Ternyata afiat – mas gragas, dan mas bawor sudah duluan, rencana kami berteduh sampai hujan agak reda, namun hujan bertambah ganas dan gelap sepanjang jalan tak ada kompromi. Karena sudah bosan akhirnya kami menerabas hujan, gelap dan tanjakan dan akhirnya dengan susah payah kita sampai ke basecamp mbah cokro.

Sesampainya disana kita basah kuyup dan menggigil karena kedinginan. Satu persatu dari kami akhirnya mengganti pakaian dan celana yang lebih kering. Lalu kami bersantai-santai, ada yang maen kartu poker, ada yang hanya melihat orang-orang maen kartu, ada yang masak, dan lain-lain. Malam itu banyak sekali laron, yang aneh laron disana tidak seperti laron disini, mungkin beda spesies. Setelah makan malam jadi, kamipun makan bersama dan dilanjutkan dengan evaluasi malam ditemani oleh laron-laron dan 2 kodok sebagai pemangsanya. Setelah evaluasi perencanaan untuk besok akhirnya kami pun tidur. Memang malam itu dingin sekali, untuk tidur saja sulit sekali. Karena sulit tidur akhirnya madie dan afiat ngelawak seperti biasa dan yang ketawa juga cuma mereka berdua. Makin lama akhirnya kita tidur…..

“GOA SIBODAK”
Pada pagi hari kamis tanggal 29 januari 2009 kami bangun dan mempersiapkan alat-alat untuk menuruni goa tersebut. Kita berangkat dengan jalan kaki sekitar 15 menit sampai ke tujuan. Sesampainya di tujuan kami menggelar alat yang akan dipakai dan masing-masing anggota memakai alat-alat caving seperti biasa. Afiat adalah orang yang merigging dan madie adalah belayer nya, sedangkan jennifer adalah mentor rigging untuk afiat. Kira-kira 4 jam afiat selesai dengan urusan anchor dan rigging akhirnya kami siap turun. Satu persatu dari kami turun dengan urutan: afiat-madie-dwi-fatih. Jennifer tidak turun karena peralatan tidak memadai. Goa sibodak adalah goa vertikal dengan kedalaman sekitar 30 meter. Ketika kami turun ada bambu panjang, ternyata itu adalah alat turun orang desa untuk mengambil sarang walet. Setelah turun, kita snaking sebentar lalu kita menulusur goa tersebut. Seperti biasa kamera dipersiapkan, dan foto demi foto pun terambil. . Ada saja kata seperti ini “tim ganteng-ganteng dan cantik-cantik jika ada di dalam goa, jika sudah diluar biasa saja”. Kita juga mengambil foto ornamen-ornamen yang khas dari goa ini.
Setelah puas mengambil foto demi foto. Akhirnya jam 8 malam kami satu persatu keluar dengan urutan: madie-fatih-dwi-afiat. Setelah kami semua naik, afiat clean riggingannya dan anchornya. Setelah itu kami packing dan siap kembali ke basecamp. Sesampai di basecamp kami cheklist alat dan setelah itu bersih-bersih badan lalu kita semua makan malam. Setelah makan malam selasai kita evaluasi malam seperti biasa, kita selesai evaluasi sekitar jam 3 pagi. Setelah itu kami tidur dan besok pagi jam setengah 8 harus berangkat lagi ke goa nguik untuk aplikasi mapping.

di sini adalah tempat yang membuat gw paling takjub (Goa Sibodak)

“GOA NGUIK”
Jumat jam 7 pagi tanggal 30 januari, tim sudah bangun dan menyiapkan alat untuk mapping di goa nguik. Pukul 07.45 kami berangkat dengan diantar motor, kali ini tim yang ikut ada 6 orang. 5 anak KAPA dan satu adalah mba indah anak MAPALISTA. Kita mapping sampai 5 stasiun dengan kelas 3C sampai adzan memanggil waktu sholat jumat. Akhirnya kita sampai di chamber pertama, disana oksigen terasa tipis. Tiba-tiba saja helm boom yang dipakai mba indah mati dan kami tidak bisa menyalakan lilin. Jam menunjukkan pukul 11.30, akhirnya madie, afiat dan fatih keluar terlebih dahulu, lalu yang wanita-wanita menyusul. Setelah keluar goa hidung kami hitam-hitam, ternyata itu adalah tanda dari gas asetilen yang kita hirup dari helm boom mba indah. Sewaktu kita keluar anak-anak MAPALISTA sudah datang menunggu dan bermaksud menjemput kami. Setelah semuanya datang akhirnya kami diantar ke basecamp kembali. Kami siap packing untuk pulang ke jogja khususnya ke MAPALISTA. Setelah packing tim selesai, kami bersih-bersih diri lalu makan siang. Setelah makan siang madie dan afiat bertemu mbah cokro dan anaknya dengan niatan untuk membayar uang makan 4 kali untuk 11 orang dan uang basecamp, kami membayar total Rp.200.000,-. Setelah itu semua pamit pada mbah cokro lalu bergegas pulang sekitar jam 3 sore.

“BALIK KE JOGJA KEMBALI”
Pada waktu pulang langit benar-benar cerah jadi pemandangan kiri-kanan jalan benar-benar terlihat sangat apik. Jalan benar-benar lancar sore itu, jadi perjalanan selama 2 jam menggunakan motor benar-benar tidak terasa. Jam 5 kita sampai di MAPALISTA, santai setengah jam lalu tim cuci alat dan menjemur alat sampai jam setengah 7 malam dibantu anak MAPALISTA. Setelah selesai kami ngobrol-ngobrol santai dengan orang-orang sana, lalu kami makan malam memesan makanan seperti nasi goreng, cap cay, bakmi, dll. Penjualnya adalah langganan anak sana, masaknya pun masih menggunakan arang. Setelah itu ternyata ada kabar banjir di solo dan kabar 5 orang hilang di parangtritis, dan MAPALISTA menjadi tempat koordinasi SAR pecinta alam seluruh kampus di jogja. Setelah itu kami pun siap tidur karena letih.

“SEHARIAN UNTUK JALAN-JALAN”
Pagi hari setelah kita bangun sekitar jam 10 pagi cuaca hujan sepanjang hari, niat kami jalan-jalan agak terganggu. Setelah hujan reda sekitar jam 1 siang niat kami untuk pergi juga tersendat gara-gara menunggu anak2 jogja yang mau nge-SAR di solo dan parangtritis. Akhirnya setelah mereka berangkat kita akhirnya bisa juga jalan ke kota jogja. Kita berangkat jam 4 sore, diantar sama mas gragas. Kita jalan dari sekret MAPALISTA sampai shelter bus trans jogja, ongkos untuk 1 orang hanya Rp. 3000,- bisa keliling jogja. Kita berhenti sampai shelter pertama di malioboro. Karena fatih tidak sabar untuk membeli kaos original dagadu, akhirnya kami mampir di counter dagadu di mall malioboro. Fatih dan afiat saja yang membeli kaos dagadu, madie tidak dan yang lain membeli di emperan pedagang. Setelah selesai urusan di mall, kami memutuskan untuk makan ayam di salah satu gang disana, harganya agak mahal tapi perut tidak mau kompromi.setelah itu kami ke masjid untuk sholat dan foto-foto. Kami melanjutkan jalan-jalan di malioboro lalu mampir di toko mirota. Dan disana kami banyak membeli pernak-pernik khas jawa. Hal yang paling disorot adalah dupa, banyak dupa dengan berbagai macam aroma. Di tempat dupa tersebut madie kentut, kalah juga aroma dupa! Fatih adalah saksi hidung peristiwa tersebut lalu kami bergegas pergi menjauh…..
Setelah puas dari sana, kami melanjutkan jalan-jalan ke alun-alun. Disana ada pasar malam sekatenan. Banyak jual macam-macam seperti minyak irian, dan atraksi seperti sulap cuma akhirnya jual obat. Setelah dari sana kita pulang jalan kaki lumayan lama dan jauh, tapi kami juga istirahat beberapa kali untuk menghilangkan letih. Mas gragas yang lumayan lama di jogja sudah tau medan, jadi dia sangat lelah, kami yang tidak tahu apa-apa melangkah dengan fun saja. Akhirnya kita sampai ke MAPALISTA sekitar jam 1 dari jam setengah 11 malam. Ternyata disana kita disambut oleh anak-anak sana yang sedang mabuk oleh anggur merah. Nongkrong bersama mereka kira-kira 2 jam akhirnya kami tidur satu persatu di loteng. Tidur pulas sampai jam 10 pagi

“PERJALANAN PULANG”
Setelah kami bangun alat yang masih basah langsung kita jemurdi halaman. Sambil menunggu kering, kami makan dan santai kelakar ga jelas. Lalu jennifer dan dwi jalan membeli oleh-oleh untuk kami dan membeli mainan untuk anak-anak sana dan fatih jalan-jalan sendiri diantar sama bandeng ke UGM. Madie dan afiat santai di sekret, sembari mengangkat alat-alat yang kering untuk di packing. Rencana kita pulang naik kereta progo yang berangkat jam setengah 5, namun sayangnya kita telat. Akhirnya kita menunggu kereta berikutnya jam 18.10 yaitu kereta bengawan dari arah solo, namaun ketika kita mau berangkat, “bisa saja anak MAPALISTA” mereka membeli nasi bungkus dan menggelarnya di lantai untuk kami santap, akhirnya kereta kedua hanya kenangan. Setelah makan mas gragas dan afiat langsung ke stasiun lempuyangan untuk membeli karcis kereta gaya baru malam dari surabaya yang berangkat jam 20.45. jam setengah 9 kita berangkat dan pamit dari sekret dengan cuaca hujan deras, sesampainya di stasiun kereta langsung tiba. Akhirnya kita slangsung naik kereta itu. Seperti biasa gerbong demi gerbong kami susuri untuk mencari bangku kosong namun tak ada yang kosong. Kita berhenti di sambungan gerbong-gerbong terakhir dan karena kita membawa pelampung coklat yang ada lambang KAPAnya akhirnya ada anak HIMPALA UNAS yang baru pulang dari gunung argopuro menyapa kami dan menawarkan tempat untuk menaruh carrier kami. Akhirnya sepanjang malam sebagian kami tidak bisa tidur. Fatih dapat tempat duduk setelah banyak orang turun dari kebumen, madie dan afiat hanya bercanda di depan toilet kereta api, nasib jennifer sudah duduk di bangku dan dwi duduk di lantai di samping jennifer. Setelah jam 5, madie dan afiat baru dapat bangku. Akhirnya kereta berhenti di stasiun kota pukul 08.45. lalu kami naik KRL sampai stasiun UI dan dilanjutkan dengan naik bis kuning baru yang ACnya sangat dingin. Sampai di kampus, hari senin tanggal 02 februari, hari itu adalah hari pertama masuk kuliah. Beberapa dari kami seharusnya ada yang kuliah pagi. Tapi cabut saja lah!
Akhirnya perjalanan MP kami selesai juga! Kami sampai di sekret langsung memesan makan di kantek. Sebenarnya orang-orang yang ada di sekret akan kami traktir, namun disana Cuma ada yasin yang menyambut, itu juga masih tidur…..

KAPA…..!!!!!!!